Ajarkan Anak Bersair Sejak Kecil Bagian 4

http://originals.id/ – Cara kedua mengajarkan syair adalah dengan dek lamasi/pembacaan syair (puisi). Dibeberapa TK, meskipun anak belum bisa membaca, guruguru sering kali menyisipkan puisi da lam bahan ajar mereka. Tujuannya memang ingin mengenalkan rima dalam pelajaran di sekolah. Mama Papa di rumah juga tak ada salahnya membacakan puisi dengan rima kembar sederhana kepada anak-anaknya. Mari kita lihat contoh syair berikut.

DEKLAMASI

Syair Hari Hari ini hari Kamis Para murid yang ganteng dan manis Jangan cengeng jangan menangis Mana senyumannya… cisssssss (sambil bergaya seperti mau difoto) Bentuk syair satu bait ini dapat kita gunakan untuk memulai suatu aktivitas, sehingga anak memulai suatu aktivitas dengan hati senang. Kita perkenalkan kata-kata “Kamis-manis-menangiscisss”, lalu ulang berkali-kali sehingga anak menyadari bah wa kata-kata berima sama itu indah didengar. Kemudian ajak anak mencari kata-kata lain yang berbunyi sama dengan keempat kata tersebut. Syair Buku Aku punya buku baru Hadiah ulang tahunku Ayo kawan baca buku Baca buku menambah ilmu Kita dapat memperkenalkan syair ini saat membacakan buku untuk anak atau ketika pergi ke toko buku.

Sampaikan dengan suara jelas, tak perlu lantang, tetapi bicaralah dekat anak. Kita dapat melantunkan bait-bait pendek dari syair sederhana dalam kegiatan sehari-hari, sehingga anak terkesan. Dapat digunakan juga sebagai pengalih perhatian anak. Lantunkan dengan nada-nada berbeda dan beri tekanan pada kata-kata tertentu. Kitajuga bisa menyisipkan pesanpesan dalam syair tersebut, sehingga tersusun sedemikian rupa menjadi sebait syair yang indah.

Pada prinsipnya, syair dan lagu membantu anak kenal lebih dulu “bentuk” huruf dan kata lewat bunyinya, baru kemudian saat anak sudah paham kita bisa menjelaskan bagaimana cara membacanya. Jadi, mengenalkan syair pada anak bukanlah hal mustahil. Saat kita melakukannya dengan cara menyenangkan, anak juga dapat menikmatinya. Bahkan, ia da pat menciptakan sesuatu yang baru dan unik dari kata-kata yang sudah ia tahu. Doronglah anak untuk berkreasi, sehingga imajinasinya terus tumbuh dan ia pun semakin terampil berbahasa.