Ipaymu – Kemudahan Pembayaran Untuk Tumbuhkan Kewirausahaan

Ipaymu – Kemudahan Pembayaran Untuk Tumbuhkan Kewirausahaan

Download Game Ppsspp – Saya lulus kuliah tahun 1998 dari Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti, Jakarta. Ketika orangorang lari ke dunia desain konvensional, saya pilih kerja jadi web desainer. Dari situlah saya mendapat kesempatan kerja di Toronto, Canada, di sebuah perusahaan konsultan digital marketing. Karena di sana sudah lebih matang dalam dunia online, maka saya mendapat banyak pencerahan. Maka ketika harus pulang, saya juga tak betah berlama-lama di dunia konvensional non-digital. Hanya butuh beberapa saat di Adira Finance, saya cabut dan mendirikan perusahaan konsultan digital marketing sendiri. Bagi saya, bikin web site itu seper ti sekolah S1.

Lantas bikin toko online atau e-commerce itu seperti sekolah S2. Nah, kalau sudah bikin online payment system itu sudah seperti S3,” demikian cerita diri Pikukuh Tutuko, CEO iPaymu, sebuah “prosesor” pembayaran online asli bikinan anak negeri. Sebuah layanan pembayaran yang sesuai dengan “behavior” dan kebutuhan belanja online yang khas Indonesia memang dibutuhkan saat ini. Mari kita simak obrolan dengan Pikukuh Tutuko yang memiliki layanan yang memenuhi semua kriteria tersebut. Tentang Sejarah iPaymu Kami ini orang UKM (Usaha Kecil Menengah) yang memulai dari keprihatinan bersama. Bersamasama, kami punya program bernama National Boot Camp (NBC). Ini adalah roadshow acara seminar ke berbagai kota di Indonesia untuk memotivasi dan menciptakan satu juta entrepreneur baru dalam bidang e-commerce.

Ini merupakan CSR kecil-kecilan kami yang bergerak dalam digital marketing consultant kepada masyarakat. Di NBC yang sudah berlangsung selama 5 tahun ini kami memberikan tools kepada para calon entrepreneur, bukan sekadar motivasi. Pematerinya juga merupakan pelaku-pelaku bisnis ecommerce yang sudah sukses. Nah, salah satu hambatan yang paling pelik dalam membangun toko online yang dialami adalah dalam soal cara pembayaran. Pelaku bisnis baru tidak memiliki akses untuk mendapatkan layanan penerimaan pembayaran dari bank agar bisa melakukan transaksi pembayaran online. Tak ada bank yang concern dengan masalah mereka ini, dan justru menerapkan persyaratanpersyaratan yang memberatkan bagi usaha yang baru mulai.

Bank hanya mendukung bisnis yang sudah established. Melihat bahwa banyak usaha kecil tidak didukung oleh perbankan, dari situlah terbersit gagasan iPaymu. Apalagi karakteristik ecommerce di Indonesia masih sangat menggantungkan pada transfer bank, bukan kartu kredit. Dibutuhkan layanan untuk mempermudah pembeli dan penjual bertransaksi dengan begitu banyak bank yang ada. Dengan iPaymu, satu akun bisa kirim dan terima dari dan ke 137 bank. Dengan adanya kemudahan dalam transaksi pembayaran secara online kita harapkan ada ribuan pengusaha kecil baru yang tumbuh dan teratasi problem peliknya. Dan alhamdulillah, tanpa anggaran iklan yang besar seperti layanan lain, dalam satu tahun sudah ada 23 ribu lebih pengguna.

Itu belum menghitung bankbank kecil, BPR, atau bank daerah yang ikut menikmati keuntungan dari adanya iPaymu. Mereka selama ini tak terlibat dalam perdagangan online karena tak memiliki online banking. Namun dengan iPaymu, mereka jadi terlibat karena transaksi dari dan ke akun bank mereka bisa dilakukan di iPaymu. Tentang Pasar Waktu awal berdiri kami hanya bertujuh orang, sampai sekarang juga cuma punya karyawan 25 orang untuk kantor Jakarta dan Bali. Mengapa punya kantor di Bali Menurut saya, Bali adalah barometer e-commerce Indonesia. Di Bali, jika koneksi internet mati, sama saja toko mereka tutup. Mereka lebih dewasa dalam e-commerce.

Industri wisata mereka sudah sangat tergantung di Bali. Bali pula yang memberi kami pembelajaran dalam membangun layanan payment. Dulu pernah ada layanan Bali Payment milik orang Australia yang akhirnya tutup karena model bisnisnya adalah “penalangan” pembayaran yang mana tidak diperbolehkan. Nah dari situ kami melihat kebutuhan agar Indonesia memiliki sistem pembayaran online sendiri. Bukan dijadikan pasar doang sebagaimana selama ini terjadi. Kita juga butuh layanan online payment yang menggunakan rupiah sebagai satuan pembayaran agar tidak membuat nilai rupiah makin merosot. Siapa yang bisa berpikir nasionalis macam ini jika bukan orang Indonesia sendiri Karena dibikin dan diinves oleh orang Indonesia sendiri maka iPaymu bisa menentukan keberpihakan, yaitu untuk kalangan pengusaha kecil dan menengah.

Tanpa itu kita akan terus hanya menjadi pasar. Padahal kalau saya ikuti dari presentasi-presentasi para pelaku e-commerce luar negeri dalam berbagai kesempatan seminar, mereka jelas-jelas menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar dan paling menjanjikan pertumbuhannya. Ironisnya, mereka tak mau buka kantor di Indonesia. Kita hanya akan dijajah dengan cara digital. Kalau tak ada perlindungan dari pemerintah, maka kita akan habis.